aku menyebutnya 'lingkaran kecil'. lingkaran kecil yang membuat kami saling melengkapi, saling menasihati, saling mengitrospeksi satu sama lain.
surat ini kutulis teruntuk mereka teman seperjuanganku dalam lingkaran kecil dulu. mudah-mudahan kalian menjadi orang-orang sukses untuk agama dan bangsa, begitupun juga dengan diriku.

 dulu.., ya dulu. saat kita masih menginjak saat-saat paling bahagia.. tepatnya SMA kelas 2 semester 2. aku ingat betul.. kita semua ditakdirkan oleh-Nya untuk berkumpul dalam satu lingkaran kecil. menatap masa depan, merancang visi-misi hidup yang diridhoi-Nya, merancang kesuksesan yang akan kita raih kelak. masih ingatkah kepada guru kita akh? Ust. Yayan Hendayan Bastaman, LC. itulah beliau, guru kita. masihkah kalian ingat akh?, kita yang selalu berkumpul di rumahnya, di hidangkan makanan oleh beliau, mendengar celotehan bermakna beliau. meskipun kita tak jarang tertidur saat mendengar taujih beliau, hehe.. itulah hari-hari yang kita jalani dalam lingkaran kecil kita. ku berharap kalian tidak melupakan masa-masa itu. menurutku indah..

teruntuk saudara se-lingkaran kecilku. aku kini masih aku yang dulu. namaku pun juga masih sama, Musthofa Miqdad Robbani. kalian pasti sering memanggilku mumi. ku berharap kalian pun masih seperti kalian yang dulu. masih seperti FADHLI DZIL IKRAM yang kukenal yang selalu menasihati lewat cara-cara yang berbeda, kau tahu akh?! itu masih kurindukan hingga sekarang.. itu lah yang membuatku sekarang tegar dan memiliki prinsip. sekarang aku yang harus memposisikan seperti kau, mencoba untuk menasihati teman-teaman seperjuanganku disini dengan cara yang beda !!. jazakallah akh.. begitu pun dengan ISMAIL GHULAM HALIM, kuharap engkau masih sama seperti dulu. selalu tegar, meskipun aku cukup tahu hal-hal yang membuatmu galau.. hehe. kau yang selalu konsisten menyisakan waktu hanya untuk Al-Qur'an, dipinggir teras sebelah kiri, itu yang sering kulihat. kau tahu akh, aku ingin mencontohmu karena ku yakin itu baik untukku. mudah-mudahan aku bisa menyusulmu kelak diantara para hafidz itu yang kuazamkan sekarang dari dirimu. tentunya selain ketenanganmu dalam memutuskan segala sesuatu.

teruntuk saudara se-lingkaran kecilku. aku juga masih ingat, kau yang selalu mempunyai visi yang besar, engkau juga yang mengajariku arti pantang menyerah. bermain futsal dalam satu tim bersamamu adalah hal yang indah bagiku. mudah-mudahan kita bisa mengulangi masa-masa itu, kudengar kau sudah mengkhitbah seorang akhwat? ah, ternyata aku kalah darimu.. hehe ya gak ismail, fadhli, fahmi? teman kita ini sebentar lagi akan menyempurnakan setengah dien-nya. kuharapa engkau bahagia dan sukses selalu akh.., aku terus mendoakanmu untuk bisa menempuh kuliah di luar negeri, itu bukan yang selalu engkau dambakan ketika masa-masa akhir kita di pesantren tercinta?, itu juga bukan yang selalu menjadi bahan qodhoya-mu saat kita berkumpul di rumah beliau.. kesuksesan untukmu selalu.. ZULFANI AHMAD ZUHRI. aku ingin kita bisa kembali berkumpul di lingkaran kecil kita bersama beliau, tentunya di rumahnya. meskipun kita sekarang sudah mempunyai lingkaran kecil masing-masing. itu semua karena aku rindu dengan kalian.. aku rindu akh, sama engkau FAHMI INDRA CAHAYA. teman seperjuanganku yang sekarang berhasil menempuh cita-citanya untuk kuliah di UI !!. aku bangga denganmu akh.., itu kan yang kau inginkan?, setelah engkau berkonsultasi dengan ayahmu saat bimbang memilih undangan UI atau STEI SEBI? itu juga yang menjadi bahan qodhoyamu, dan kami mendukungmu... semangat akh !!, aku selalu bangga denganmu, bangga karena kepercayaanmu kepada temanmu yang satu ini, meskipun terkadang membuatmu kesal. kuharap harapanmu selanjutnya untuk bisa mengkhitbah ia terkabul, dan aku mendukungmu akh.. engkau yang selalu punya cerita untukku, dan selalu menjadi tempat curhatan ku. ah, aku rindu kita bernostalgia, saling mencuahkan isi hati, saling menasihati. ku harap engkau tidak bosan berbagi curhat denganku.

LUTHFANSYAH RIDWAN, haha, kamu lagi akh.. aku rindu ketawamu. engkau ingat? ketika suara ketawamu membuat orang lain tertawa satu asrama?, aku rindu suara itu dalam lingkaran kecil kita. sang jenderal berbadan tegap, meski harapanmu untuk menjadi tentara belum terwujude, tapi aku yakin. harapan-harapanmu untuk tentara indonesia akan terwujud suatu haru kelak. tentunya karena tentara-tentara itu melihat engkau. melihat engkau menjadi presidennya. hehe.. tak banyak kisah tentangmu yang ingin ku tuliskan, tapi jujur, aku sangat rindu denganmu akh.. mudah-mudahan kita bisa membuat usaha peternakan bersama.. Hey, apakah kalian ingat dua teman kita lagi?, aku ingat akh. mudah-mudahan kita tidak saling melupakan. betulkan MUSLIM DASTRINTO dan NAUFAL JUNDI? kalian orang yang mempunyai visi besar. aku salut kepada kalian akh. mudah-mudahan kita bisa dipertemukan kembali. kau ingat akh MUSLIM? saat engkau kultum di bulan puasa? engkau menceritakan tentang pacul dan pertanggung jawabannya? itu salah satu kisah yang membuatku sadar akan sulitnya pertanggung jawaban di hari akhir kelak., dan hal yang aneh yang aku terapkan sekarang dari dirimu. kau mau tahu? aku tertular virus 'slow' yang kau anut. hehe. tapi mudah-mudahan slow kita tidak membuat orang susah, bukankah begitu akh? ah, aku juga rindu denganmu. baik-baik di tempatmu berada sekarang. dan yang terakhir teruntuk saudaraku NAUFAL JUNDI, orang yang sangat cekatan. itu menurutku. bagaimana kabar saham-mu? aku tahu itu, karena ketika masa-masa akhir kita engkau sering berkutat dengan saham.. semoga sukses. bagiku engkau bagaikan cabe rawit akh. bolehkan aku menganalogikan mu cabe rawit? karena badan mu yang kecil, tetapi semangat mu yang besar !! aku suka itu, dan aku mencoba menerapkannya di tempatku kini. aku hampir lupa kepada teman kita yang satu ini, SAYYID NAUFAL AL-QOSAM. sungguh aku tidak punya kata-kata lagi yang menggambarkan kebaikan dirimu akh, maafkan aku yag selalu membuatmu repot.

jatuh sudah air mata ku. ah, aku rindu masa-masa itu. apakah kalian rindu dengan masa-masa itu akh?. aku sangat merindukan  kalian. sekali lagi aku katakan aku masih sama seperti aku yang dulu yang ada di benak kalian. jadi, jangan sungkan ketika bertemu denganku. bahkan untuk memelukku. janganlah kalian sungkan. bukankah kita suadara?

boleh aku sedikit bernostalgia tentang kegiatan-kegiatan lingkaran kecil kita? begitu banyaka kegiatan yang sudah kita lakukan bersama. ingatkah kalian ketika kita mabit di tempat terpencil?, di deket kandang sapi? saat itu mobil alkahfi yang kita gunakan lecet parah..? hufth, aku khawatir akan hali itu. di tempat itulah kita berkumpul tanpa ada orang lain selain lingkaran kecil kita. aku membanyangkan malaikat melihat lingkaran kecil kita bercahaya menembus keatas karena do'a-so'a kita. termasuk do'a-do'a untuk kelulusan dan kesuksesan kita. masih ingat kah kalian ketika kita semua diundang di MUKERDA *KS yang ke-2? itu juga moment akhir-kahir kita yang menurutku bahagia dan berkesan. kita se-lingkaran kecil diminta untuk tampil nasyid. ah, aku lupa kalau kita satu liqoan adalah satu tim nasyid dengan muslim dan luthfan menjadi manajernya.. hehe. tapi tetap saja, bagiku aku lebih merindukan saat kita berkumpul di rumah Ust kita. hampir semua dari kita pernah tertidur saat beliau taujih, push-up atau bayar denda karena kita tidak melaksanakan amal yaumiyah yang seharusnya di tugaskan. aku baru sadar, bahwa amal yaumiyah itu sekarang menjadi sangat penting bagiku. makanan-makanan yang langsung habis dilahap oleh kita, padahal baru sepersekian menit. memang, lingkaran kecil kita bisa dibilang piranha.. hehe. sekali lagi, aku rindu masa-masa itu.

tahukah kalian akh, air mata ini sudah jatuh untuk yang kesekian kalinya. ana uhibukum fillah.. kutunggu kabar kesuksesan kalian. dan maafkan sikap dan sifatku selama ini..

                                                                                             dari saudara kalian yang sering merepotkan
                                                                                                              
                                                                                                           Musthofa Miqdad Robbani

Pengikut

dani. Diberdayakan oleh Blogger.