Kalaupun seorang pengecut tinggal sendiri di bumi
aku menyebutnya 'lingkaran kecil'. lingkaran kecil yang membuat kami saling melengkapi, saling menasihati, saling mengitrospeksi satu sama lain.
surat ini kutulis teruntuk mereka teman seperjuanganku dalam lingkaran kecil dulu. mudah-mudahan kalian menjadi orang-orang sukses untuk agama dan bangsa, begitupun juga dengan diriku.
dulu.., ya dulu. saat kita masih menginjak saat-saat paling bahagia.. tepatnya SMA kelas 2 semester 2. aku ingat betul.. kita semua ditakdirkan oleh-Nya untuk berkumpul dalam satu lingkaran kecil. menatap masa depan, merancang visi-misi hidup yang diridhoi-Nya, merancang kesuksesan yang akan kita raih kelak. masih ingatkah kepada guru kita akh? Ust. Yayan Hendayan Bastaman, LC. itulah beliau, guru kita. masihkah kalian ingat akh?, kita yang selalu berkumpul di rumahnya, di hidangkan makanan oleh beliau, mendengar celotehan bermakna beliau. meskipun kita tak jarang tertidur saat mendengar taujih beliau, hehe.. itulah hari-hari yang kita jalani dalam lingkaran kecil kita. ku berharap kalian tidak melupakan masa-masa itu. menurutku indah..
teruntuk saudara se-lingkaran kecilku. aku kini masih aku yang dulu. namaku pun juga masih sama, Musthofa Miqdad Robbani. kalian pasti sering memanggilku mumi. ku berharap kalian pun masih seperti kalian yang dulu. masih seperti FADHLI DZIL IKRAM yang kukenal yang selalu menasihati lewat cara-cara yang berbeda, kau tahu akh?! itu masih kurindukan hingga sekarang.. itu lah yang membuatku sekarang tegar dan memiliki prinsip. sekarang aku yang harus memposisikan seperti kau, mencoba untuk menasihati teman-teaman seperjuanganku disini dengan cara yang beda !!. jazakallah akh.. begitu pun dengan ISMAIL GHULAM HALIM, kuharap engkau masih sama seperti dulu. selalu tegar, meskipun aku cukup tahu hal-hal yang membuatmu galau.. hehe. kau yang selalu konsisten menyisakan waktu hanya untuk Al-Qur'an, dipinggir teras sebelah kiri, itu yang sering kulihat. kau tahu akh, aku ingin mencontohmu karena ku yakin itu baik untukku. mudah-mudahan aku bisa menyusulmu kelak diantara para hafidz itu yang kuazamkan sekarang dari dirimu. tentunya selain ketenanganmu dalam memutuskan segala sesuatu.
teruntuk saudara se-lingkaran kecilku. aku juga masih ingat, kau yang selalu mempunyai visi yang besar, engkau juga yang mengajariku arti pantang menyerah. bermain futsal dalam satu tim bersamamu adalah hal yang indah bagiku. mudah-mudahan kita bisa mengulangi masa-masa itu, kudengar kau sudah mengkhitbah seorang akhwat? ah, ternyata aku kalah darimu.. hehe ya gak ismail, fadhli, fahmi? teman kita ini sebentar lagi akan menyempurnakan setengah dien-nya. kuharapa engkau bahagia dan sukses selalu akh.., aku terus mendoakanmu untuk bisa menempuh kuliah di luar negeri, itu bukan yang selalu engkau dambakan ketika masa-masa akhir kita di pesantren tercinta?, itu juga bukan yang selalu menjadi bahan qodhoya-mu saat kita berkumpul di rumah beliau.. kesuksesan untukmu selalu.. ZULFANI AHMAD ZUHRI. aku ingin kita bisa kembali berkumpul di lingkaran kecil kita bersama beliau, tentunya di rumahnya. meskipun kita sekarang sudah mempunyai lingkaran kecil masing-masing. itu semua karena aku rindu dengan kalian.. aku rindu akh, sama engkau FAHMI INDRA CAHAYA. teman seperjuanganku yang sekarang berhasil menempuh cita-citanya untuk kuliah di UI !!. aku bangga denganmu akh.., itu kan yang kau inginkan?, setelah engkau berkonsultasi dengan ayahmu saat bimbang memilih undangan UI atau STEI SEBI? itu juga yang menjadi bahan qodhoyamu, dan kami mendukungmu... semangat akh !!, aku selalu bangga denganmu, bangga karena kepercayaanmu kepada temanmu yang satu ini, meskipun terkadang membuatmu kesal. kuharap harapanmu selanjutnya untuk bisa mengkhitbah ia terkabul, dan aku mendukungmu akh.. engkau yang selalu punya cerita untukku, dan selalu menjadi tempat curhatan ku. ah, aku rindu kita bernostalgia, saling mencuahkan isi hati, saling menasihati. ku harap engkau tidak bosan berbagi curhat denganku.
LUTHFANSYAH RIDWAN, haha, kamu lagi akh.. aku rindu ketawamu. engkau ingat? ketika suara ketawamu membuat orang lain tertawa satu asrama?, aku rindu suara itu dalam lingkaran kecil kita. sang jenderal berbadan tegap, meski harapanmu untuk menjadi tentara belum terwujude, tapi aku yakin. harapan-harapanmu untuk tentara indonesia akan terwujud suatu haru kelak. tentunya karena tentara-tentara itu melihat engkau. melihat engkau menjadi presidennya. hehe.. tak banyak kisah tentangmu yang ingin ku tuliskan, tapi jujur, aku sangat rindu denganmu akh.. mudah-mudahan kita bisa membuat usaha peternakan bersama.. Hey, apakah kalian ingat dua teman kita lagi?, aku ingat akh. mudah-mudahan kita tidak saling melupakan. betulkan MUSLIM DASTRINTO dan NAUFAL JUNDI? kalian orang yang mempunyai visi besar. aku salut kepada kalian akh. mudah-mudahan kita bisa dipertemukan kembali. kau ingat akh MUSLIM? saat engkau kultum di bulan puasa? engkau menceritakan tentang pacul dan pertanggung jawabannya? itu salah satu kisah yang membuatku sadar akan sulitnya pertanggung jawaban di hari akhir kelak., dan hal yang aneh yang aku terapkan sekarang dari dirimu. kau mau tahu? aku tertular virus 'slow' yang kau anut. hehe. tapi mudah-mudahan slow kita tidak membuat orang susah, bukankah begitu akh? ah, aku juga rindu denganmu. baik-baik di tempatmu berada sekarang. dan yang terakhir teruntuk saudaraku NAUFAL JUNDI, orang yang sangat cekatan. itu menurutku. bagaimana kabar saham-mu? aku tahu itu, karena ketika masa-masa akhir kita engkau sering berkutat dengan saham.. semoga sukses. bagiku engkau bagaikan cabe rawit akh. bolehkan aku menganalogikan mu cabe rawit? karena badan mu yang kecil, tetapi semangat mu yang besar !! aku suka itu, dan aku mencoba menerapkannya di tempatku kini. aku hampir lupa kepada teman kita yang satu ini, SAYYID NAUFAL AL-QOSAM. sungguh aku tidak punya kata-kata lagi yang menggambarkan kebaikan dirimu akh, maafkan aku yag selalu membuatmu repot.
jatuh sudah air mata ku. ah, aku rindu masa-masa itu. apakah kalian rindu dengan masa-masa itu akh?. aku sangat merindukan kalian. sekali lagi aku katakan aku masih sama seperti aku yang dulu yang ada di benak kalian. jadi, jangan sungkan ketika bertemu denganku. bahkan untuk memelukku. janganlah kalian sungkan. bukankah kita suadara?
boleh aku sedikit bernostalgia tentang kegiatan-kegiatan lingkaran kecil kita? begitu banyaka kegiatan yang sudah kita lakukan bersama. ingatkah kalian ketika kita mabit di tempat terpencil?, di deket kandang sapi? saat itu mobil alkahfi yang kita gunakan lecet parah..? hufth, aku khawatir akan hali itu. di tempat itulah kita berkumpul tanpa ada orang lain selain lingkaran kecil kita. aku membanyangkan malaikat melihat lingkaran kecil kita bercahaya menembus keatas karena do'a-so'a kita. termasuk do'a-do'a untuk kelulusan dan kesuksesan kita. masih ingat kah kalian ketika kita semua diundang di MUKERDA *KS yang ke-2? itu juga moment akhir-kahir kita yang menurutku bahagia dan berkesan. kita se-lingkaran kecil diminta untuk tampil nasyid. ah, aku lupa kalau kita satu liqoan adalah satu tim nasyid dengan muslim dan luthfan menjadi manajernya.. hehe. tapi tetap saja, bagiku aku lebih merindukan saat kita berkumpul di rumah Ust kita. hampir semua dari kita pernah tertidur saat beliau taujih, push-up atau bayar denda karena kita tidak melaksanakan amal yaumiyah yang seharusnya di tugaskan. aku baru sadar, bahwa amal yaumiyah itu sekarang menjadi sangat penting bagiku. makanan-makanan yang langsung habis dilahap oleh kita, padahal baru sepersekian menit. memang, lingkaran kecil kita bisa dibilang piranha.. hehe. sekali lagi, aku rindu masa-masa itu.
tahukah kalian akh, air mata ini sudah jatuh untuk yang kesekian kalinya. ana uhibukum fillah.. kutunggu kabar kesuksesan kalian. dan maafkan sikap dan sifatku selama ini..
dari saudara kalian yang sering merepotkan
Musthofa Miqdad Robbani
"mas,.. mas udah ga ada ya..? mas ko ninggalin muthi cepet banget..? kan muti mau kaya mas, muthi mau belajar kaya mas, mau keliling dunia kaya mas, nolong orang lain yang lagi kesusahan padahal mas juga lagi super susah, muthi tau itu.. setelah orang-orang yang mas tolong cerita ke muthi kalau mas nutupin penyakit mas, mas nutupin kalau mas nyari duit sendiri buat mereka yang gak mampu. muthi mau kaya mas yang selalu bersemangat kalau soal mendidik generasi-generasi cilik untuk mencapai kesuksesannya, muthi mau kaya mas yang punya tekad yang ga pernah henti untuk jadi al-hafidz, muthi pokoknya mau kaya mas.." wajah polosnya yang seumuran kelas 5 sd , mata bulatnya yang menggemaskan, omongannya yang selalu mencairkan suasana, jalan dan tingkah lakunya yang selalu membuat mas-nya mencubit pipinya. sekarang terlihat berbeda, ia sedang termenung, menangis, bertanya-tanya pada dirinya yang masih butuh tempat bertanya. Ia mengingat seseorang yang menjadi inspirasi dalam hidupnya. meskipun ia baru 10 tahun keluar dari kandungan, tapi ia bisa merasakan sosok yang membanggakan baginya, sosok yang menjadi pelindung baginya, dan sosok yang susah untuk ia lupakan, deskripsikan, apalagi untuk ia ungkapkan.
mas muthi, ya. itu panggilan sayangnya untuk kaka yang kini telah meninggal, sebenarnya sulit untuk seorang muthi memahami kemana perginya kakanya itu. tapi ia bisa merasakan kekosongan dalam hatinya, kekosongan dalam rumah-nya, kekosongan dalam kehampaan. meskipun ada bibi dan tantenya , ada umi dan abinya, bahkan ada teman mainnya yang biasa menemani. tapi hatinya tetap kosong.
kini ia berdiri di kamar yang kosong, kamar yang menyimpan bau kakanya, kamar yang selalu ia tiduri bersama sang kaka, kamar yang selalu menjadi tempat ia mengerjakan PR sekolahnya karena disana ada kakanya yang dengan senang hati membantunya mengerjakan setiap PR-nya. kamar yang akan selalu ia kenang selamanya.
dalam hatinya ia berbisik sambil menahan air mata "mas, muthi inget pesen mas koq.., mas mau muthi jadi perempuan yang sholehah kan..?, mas mau muthi jadi penghafal qur'an kan..?, mas mau muthi jadi akhwat yang tangguh kan..? meskipun muthi ga tau akhwat itu apa.., tapi mas selalu bilang, akhwat itu perempuan yang mulia. yang ga pernah menyerah, yang ga pernah putus asa, yang selalu berbakti sama umi sama abi, dan yang muthi paling inget adalah akhwat itu yang cantik wajah dan akhlaqnya.. iya kan..? terus mas mau muthi jadi dokter yang sholehah kan.? muthi inget semua itu mas,.. muthi sangat inget. muthi mau membuktikannya, muthi mau jadi itu semua, tapi mas harus janji.., mas harus ngeliat muthi kalo muthi udah bisa jadi itu semua.., janji ya mas..?, pokoknya mas harus janji titik dan tempat ini, kamar mas menjadi saksinya". kamar itulah yang memotivasinya.
sms-sms itu masuk dengan kata-kata yang sangat indah untuk sebuah teguran..,
"Assalamua'alaikum wr wb ..
akhi,cuma mau mengingatkan,kalau lagi
diskusi,tolong jangan berduaan walaupun
di depan gerbang astri (asrama putri).
afwan jiddan ya.."
sender: +6285758799XXX
sent: 25-12-1432 H
19:53:27
"ups!"
sender: +6285717418XXX
sent: 25-12-1432 H
20:06:09
ya,
teguran. teguran yang kembali menegurnya beberapa menit setelah ia
terlibat diskusi di depan gerbang asrama putri TPB IPB dengan lawan
jenis. sebelumnya ia juga pernah mendapat teguran untuk hal yang serupa
setelah ia duduk berhadap-hadapan dengan lawan jenis dalam sebuah forum
diskusi.
"akh, emang salah ya ana?", salah dimananya? kan
situasi tadi rame dan pembicaraan yang dibincangkan juga penting?.
tanyanya pada sahabat dekatnya, Dani. Alhamdulillah akhir-akhir ini dia
sudah merasa mempunyai sahabat dekat yang bisa diajak untuk berdiskusi,
saling menasihati, dan lainnya. kemudian, tidak lama setelah ia selesai
berkata, sahabatnya dengan bijak langsung memotong.. "akh, sesuatu yang
memang salah, jangan dicari pembenarannya. tapi benarkanlah dan carilah
peluang untuk berbagi kesalahan kita, agar tidak semakin banyak orang
yang salah seperti kita". hening... ia berpikir sejenak..
"antum
memang salah akh, bisa dibilang salah besar !!, antum berkhalwat dengan
lawan jenis !!, janganlah antum beralasan kondisi pada saat itu sedang
banyak oranglah sehingga tidak bisa dikatakan berkholwat, atau
pembicaraanya sangat pentinglah, atau apapun itu yang bisa antum
jadikan pembenaran. karena pada dasarnya setan pada saat itu sudah
berhasil meniupkan buhul-buhulnya ke telinga antum dan kondisi ruhiyah
antum seperti yang antum bilang beberapa hari yang lalu dalam masa naik
setelah turun", lanjut sahabatnya
beberapa hari yang
lalu, ia memang cerita kepada sahabatnya itu tentang kondisi ruhiyahnya
yang sedang sangat parah dan Alhamdulillahnya sudah dalam masa naik
akhir-akhir ini. tapi entah bagaimana kondisi ruhiyahnya setelah
kejadian malam ini.
"coba antum pikir, apakah dengan
banyaknya orang disekitar antum, pentingnya pembicaraan antum, dan
lainnya setan tidak mungkin menghasut untuk menancapkan hati antum?,
enggak akh..,!! sesungguhnya salah satu esensi utama dari islam
melarang khalwat itu biar kita tidak menjatuhkan hati kita kepada yang
tidak pasti akh,,
lalu Allah, yang seharusnya hati kita
memastikan jatuh kepada-Nya mau antum kemanakan?, diabaikan?, bagaimana
kalau Dia 'cemburu' sama antum?", lanjut sahabatnya lagi.
dia mulai menata logikanya..
"coba
antum renungkan. dan juga teruskan ruhiyah antum yang sedang naik itu
sampai maksimal dan istiqomahkanlah... jangan sampai karena sebagian
kecil cobaan dari-Nya ini membuat antum menyerah dan mengulang dari nol
lagi untuk membuat Dia terus 'jatuh hati' kepada antum?"
"kok, 'jatuh hati' akh?". tanyanya heran karena mendengar kata yang janggal dari perkataan sahabatnya (Allah bisa jatuh hati?),
"iya
akh, berdo'a sajalah, mudah-mudahan cobaan yang akhir-akhir ini antum
alami sebagai bentuk dari 'jatuh hatinya Dia' kepada hambanya. karena
jika Dia sudah 'jatuh hati' kepada hambanya, ujian dari-Nya untuk
hambanya semakin berat hingga waktu ajalnya tiba dan hambanya bisa
bertemu langsung dengan-Nya".
air matanya terus menetes
mengingat kata-kata yang keluar dari mulut sahabatnya itu. sungguh
dalam hatinya ia bersyukur dan terus bersyukur karena hingga saat ini
masih diberi ujian dari-Nya. dan dalam hatinya ada harapan untuk
kembali menata diri agar layak dicintai oleh-Nya.
dalam hati kecilnya
(thanks sahabat,.. :)
"salah
satu pertanda buhul syaithan sedang beraksi adalah ketika dimana diri
kita berada dalam kesalahan yang nyata, sedangkan "loba cincong" dalam
diri kita bermain lebih tinggi dari kekuatan kesadaran kita".
--
wallahua'lam...
'Dua pulu dua Desember Dua ribu sebelas', tercatat dan insya Allah akan selalu tercata
diotaknya.
Malam sebelum tanggal itu, ia berusaha menggerakkan kaki dan seluruh anggota badannya untuk ke 'surganya'. ia merogoh koceknya, hmm.. "uang yang pas-pasan" dalam hati. akhirnya tanpa pikir panjang terpaksa ia pinjam ke teman sekamarnya. lelah yang sangat pun juga ia korbankan. ah, tapi ia tak peduli dengan semua masalah itu, toh nanti akan ia kembalikan uangnya dan letihnya akan terbalas ketika bertemu dengan 'seseorang' di 'surganya'. ia harus berangkat dari 'gudang amanah'nya. tempat yang akhir-akhir ini menjadi pusat perhatiannya, karena begitu banyaknya amanah yang ia harus emban. tapi kali ini, hari ini, saat ini cukup hentikan sejenak amanah-amanah itu. dirinya sangat ingin bertemu dengan 'seseorang' itu di surganya. ia ingin kembali ke surganya. ya, surganya. rumah dimana ia dibina, dibimbing, diasuh, dan di-segalanya oleh 'seseorang' itu. disanalah surga dunianya yang tak kan pernah hilang dalam ingatan.
sesaat meninggalkan 'gudang amanah'. 'seseorang' tiba-tiba menelponnya. suara itu, tak asing ditelinganya. suara teman kecilnya, hingga sekarang masih lekat di degup jantungnya. "sms ga pernah, nelpon ga pernah, maunya apa?' ia tertawa dalam hati. suara itu terdengar seperti guyonan salah satu produk kartu seluler di iklan televisi. tapi tunggu, suara itu, ucapan itu. menyentuh hatinya. ia perlahan menyadari, meskipun
memang guyonan. tapi, tidak baginya, itu sebuah peringatan. kemana saja ia selama sebulan terkahir ini. lupakah ia dengan segala pembinaan, pengasuhan, tangan lembut, nyanyian, timangan yang selalu menemani ia melepas sepi?,
tidak, ia tidak akan pernah melupakannya. tidak boleh. makannya ia bertekad mengganti semua itu di malam ini. berharap cepat datang menyambut 'seseorang' itu. memeluknya, menciumnya, menyanjungnya, dan me-yang istimewa lainnya untuknya. dan di tengah perjalanannya itu ia tertidur pulas di dalam angkutan umum. "bermimpi tentang sebuah persembahan untuk 'seseorang'
hari ini, tanggal dua puluh dua desember dua ribu sebelas. tepat tanggal itu. tanggal yang ia tunggu. ia tau tanggal itu adalah tanggal yang tepat untuk membalas secuil balas budinya pada 'seseorang'. "tanggal yang sangat pas..!!" dalam hatinya bersemangat. pagi itu, ia langsung sms ke abi dan kakaknya.
"bi, mba. lagi ada duit ga?. beli eskrim ya nanti pas pulang. buat umi. kan sekarang hari ibu. umi suka banget es-krim soalnya." tulisnya dalam sms yang ia ketik dan langsung secepatnya ia kirim ke mereka.
secepatnya juga ia panggil adik-adiknya untuk berkumpul dan merumuskan kejutan untuk 'seseorang' itu. semangat, semangat dan hanya semangat yang sekarang ada dalam dirinya. semangat untuk membalas secuil budinya untuk 'seseorang'. konsep itu sangatlah sempurna. malam itu, disaat lengkap mereka sudah berkumpul semua. mereka, orang-orang penting dalam hidupnya. mereka, abi, kakaknya, adik-adiknya, dan tak lupa 'sesorang' itu. mereka yang tampak dalam matanya orang-orang yang bersahaja. 'sesorang' itu yang dengan guratan tampak dimukanya tetap tersenyum untuk mukanya. ah, sungguh tak terbalaskan. entah
untuk yang keberapa kali senyum itu diperuntukkan kepadanya. ia dan mereka kecuali 'seseorang' sudah siap dengan rencana-rencananya.
"mas, umi mau nasi goreng dong.., tapi bikinan mas. sedeng ya pedesnya, terus telornya di dadar" 'seseorang' itu dengan lembut secara tidak langsung meminta secuil balas budinya darinya. ia ingat semangatnya, semangat untuk mempersembahkan untuknya di hari yang tepat ini. "Hari ibu, ini hari ibu" gumamnya dalam hati. tanpa pikir panjang ia langsung mengerjakan ke dapur membuat nasi goreng bikinannya. nasi goreng yang ia hidangkan untuk makan malam itu, dan nasi goreng yang ia persembahkan
khusus kepada 'seseorang' yang meminta dengan tulus. tidak lewat sejam, ia sudah menyelesaikan pekerjaan di dapur, membuat nasi goreng. dan dengan cepat ia hidangkan untuk mereka dan untuk 'seseorang'.
ia tak lupa dengan kejutannya. maka, ketika mereka semua sedang menikmati nasi gorengnya. dengan komandonya kepada adik-adik, kakak, dan abinya. semua sontak langsung mengagetkan 'seseorang' itu. "SELAMAT HARI IBU, UMMI...". tanpa sadar air matanya jatuh. ia langsung memberikan es-krim yang tadi dibeli abi. dengan hati, perasaan yang bercampur aduk "selamat hari ibu, ummi. maafin mas ya kalo akhir, akhir ini mas jarang ngasih kabar, mas nyakitin ummi, bikin susah ummi, jarang bantuin ummi,
pokoknya maafin mas ya mi.." ucapnya lirih, menangis, memeluknya erat, menciumnya erat. diikuti kakak, adik-adik, dan abi yang juga meminta maaf kepada 'seseorang' yang hari ini, detik ini membutanya menetikkan air matanya untuk kesekian kali. ya, 'seseorang' itu adalah ummi. ummi langsung menggenggam es-krim yang ia berikan. juga dengan air mata yang mengalir melewati garis-guratan tanda umur yang sudah beranjak
lanjut. malam itu, mereka semua mengenang hari itu untuk selamanya. malam itu menjadi saksi mereka, saksi atas rasa balas budi yang ingin mereka berikan pada ummi meski secuil.. ah, air matanya tidak dapat dibendung, terus menerus mengalir, memeluknya erat, menciumnya beberapa kali, dan berdo'a untuknya. juga dengan adik dan kakanya yang melakukan hal sepertinya.
ummi berucap kepadanya "mas, umi udah maafin mas koq, umi ngerti koq kenapa mas jarang pulang, umi rela koq anak umi berjuang untuk-Nya." air matanya terus mengalir, begitu juga dengan air mata umi. "umi juga minta maaf ya ke mas, ke mba imah, ke mas roki, mas farid, ke sofia, ke abi sayangku. maafin umi ya klo umi banyak salah?, umi akan terus doain anak-anak umi kelak jadi anak yang bermanfaat, al-hafidz,
berprestasi, dan anak sholeh dan sholehah" air matanya bercucuran makin deras. ummi, sungguh tiada kata yang bisa terucap dari mulut ini. dengan pengorbanannya yang seharusnya sudah tinggal mendapat balas budi dari anaknya. tapi, ucapan maaf dan do'a tidak pernah terputus terucap dari mulutnya. ah, ummi memeluknya, memeluk anaknya satu persatu. dengan air mata menghiasi pipinya yang keriput. sempurna, malam itu
sempurna jadi malam muhasabah mereka sang anak kepada umminya.. "thanks a lot ummi, jazakillah ummi, syukron jiddan ummi" ucapan terakhirnya terucap sembari mencium ummi sebelum ia terbangun dari tidurnya di dalam angkot. kenangan yang seharusnya menjadi kenyataan keesokan harinya.
"mimpi?, hanya mimpi?, tapi mengapa air mata ini sungguhan?" gumamnya dalam hati. ia terus mengingat kejadian mimpinya, ingin cepat rasanya ia berada di 'surganya' dan memeluk umminya seperti di mimpinya tadi. angkot yang ia naiki seakan-akan mengerti apa yang ia inginkan. dengan kecepatan tinggi angkotnya melaju. dan dengan kecepatan tinggi juga angkot dari lawan arah menghantam angkot yang ia naiki. kejadian
itu begitu cepat, ia tak bisa membayangkan apapun kecuali kenangan di mimpi tadi, kenangan bersama ummi dan mereka. kenangan yang sangat melekat erat dan takkan pernah terlupakan. kenangan yang membuatnya sekarang masih bisa meneteskan air matanya ditengah keadaanya yang sekarat.
"ummi, ummi, ummi, mas sayang sama ummi. mas sayang sama ummi, mas sayang sama abi, mas sayang sama mba imah, mas sayang sama roki, mas sayang sama farid, mas sayang sama sofi" ucapnya lirih menahan sakit yang teramat. "ummi,.. selamat hari ibu.., maafin mas," ucapnya lagi sangat lirih dari yang pertama, sebelum semuanya gelap dimatanya. hilang, lenyap, dan detak jantungnya pun berhenti.
Dear ummi: dari anakmu yang selalu menyayangimu..
(penandai langit)
Copyright 2009 - Dream Box
Blogspot Theme designed by: Ray Creations, Ray Hosting.