sms-sms itu masuk dengan kata-kata yang sangat indah untuk sebuah teguran..,
"Assalamua'alaikum wr wb ..
akhi,cuma mau mengingatkan,kalau lagi
diskusi,tolong jangan berduaan walaupun
di depan gerbang astri (asrama putri).
afwan jiddan ya.."
sender: +6285758799XXX
sent: 25-12-1432 H
19:53:27
"ups!"
sender: +6285717418XXX
sent: 25-12-1432 H
20:06:09
ya,
teguran. teguran yang kembali menegurnya beberapa menit setelah ia
terlibat diskusi di depan gerbang asrama putri TPB IPB dengan lawan
jenis. sebelumnya ia juga pernah mendapat teguran untuk hal yang serupa
setelah ia duduk berhadap-hadapan dengan lawan jenis dalam sebuah forum
diskusi.
"akh, emang salah ya ana?", salah dimananya? kan
situasi tadi rame dan pembicaraan yang dibincangkan juga penting?.
tanyanya pada sahabat dekatnya, Dani. Alhamdulillah akhir-akhir ini dia
sudah merasa mempunyai sahabat dekat yang bisa diajak untuk berdiskusi,
saling menasihati, dan lainnya. kemudian, tidak lama setelah ia selesai
berkata, sahabatnya dengan bijak langsung memotong.. "akh, sesuatu yang
memang salah, jangan dicari pembenarannya. tapi benarkanlah dan carilah
peluang untuk berbagi kesalahan kita, agar tidak semakin banyak orang
yang salah seperti kita". hening... ia berpikir sejenak..
"antum
memang salah akh, bisa dibilang salah besar !!, antum berkhalwat dengan
lawan jenis !!, janganlah antum beralasan kondisi pada saat itu sedang
banyak oranglah sehingga tidak bisa dikatakan berkholwat, atau
pembicaraanya sangat pentinglah, atau apapun itu yang bisa antum
jadikan pembenaran. karena pada dasarnya setan pada saat itu sudah
berhasil meniupkan buhul-buhulnya ke telinga antum dan kondisi ruhiyah
antum seperti yang antum bilang beberapa hari yang lalu dalam masa naik
setelah turun", lanjut sahabatnya
beberapa hari yang
lalu, ia memang cerita kepada sahabatnya itu tentang kondisi ruhiyahnya
yang sedang sangat parah dan Alhamdulillahnya sudah dalam masa naik
akhir-akhir ini. tapi entah bagaimana kondisi ruhiyahnya setelah
kejadian malam ini.
"coba antum pikir, apakah dengan
banyaknya orang disekitar antum, pentingnya pembicaraan antum, dan
lainnya setan tidak mungkin menghasut untuk menancapkan hati antum?,
enggak akh..,!! sesungguhnya salah satu esensi utama dari islam
melarang khalwat itu biar kita tidak menjatuhkan hati kita kepada yang
tidak pasti akh,,
lalu Allah, yang seharusnya hati kita
memastikan jatuh kepada-Nya mau antum kemanakan?, diabaikan?, bagaimana
kalau Dia 'cemburu' sama antum?", lanjut sahabatnya lagi.
dia mulai menata logikanya..
"coba
antum renungkan. dan juga teruskan ruhiyah antum yang sedang naik itu
sampai maksimal dan istiqomahkanlah... jangan sampai karena sebagian
kecil cobaan dari-Nya ini membuat antum menyerah dan mengulang dari nol
lagi untuk membuat Dia terus 'jatuh hati' kepada antum?"
"kok, 'jatuh hati' akh?". tanyanya heran karena mendengar kata yang janggal dari perkataan sahabatnya (Allah bisa jatuh hati?),
"iya
akh, berdo'a sajalah, mudah-mudahan cobaan yang akhir-akhir ini antum
alami sebagai bentuk dari 'jatuh hatinya Dia' kepada hambanya. karena
jika Dia sudah 'jatuh hati' kepada hambanya, ujian dari-Nya untuk
hambanya semakin berat hingga waktu ajalnya tiba dan hambanya bisa
bertemu langsung dengan-Nya".
air matanya terus menetes
mengingat kata-kata yang keluar dari mulut sahabatnya itu. sungguh
dalam hatinya ia bersyukur dan terus bersyukur karena hingga saat ini
masih diberi ujian dari-Nya. dan dalam hatinya ada harapan untuk
kembali menata diri agar layak dicintai oleh-Nya.
dalam hati kecilnya
(thanks sahabat,.. :)
"salah
satu pertanda buhul syaithan sedang beraksi adalah ketika dimana diri
kita berada dalam kesalahan yang nyata, sedangkan "loba cincong" dalam
diri kita bermain lebih tinggi dari kekuatan kesadaran kita".
--
wallahua'lam...