"mas,.. mas udah ga ada ya..? mas ko ninggalin muthi cepet banget..? kan muti mau kaya mas, muthi mau belajar kaya mas, mau keliling dunia kaya mas, nolong orang lain yang lagi kesusahan padahal mas juga lagi super susah, muthi tau itu.. setelah orang-orang yang mas tolong cerita ke muthi kalau mas nutupin penyakit mas, mas nutupin kalau mas nyari duit sendiri buat mereka yang gak mampu. muthi mau kaya mas yang selalu bersemangat kalau soal mendidik generasi-generasi cilik untuk mencapai kesuksesannya, muthi mau kaya mas yang punya tekad yang ga pernah henti untuk jadi al-hafidz, muthi pokoknya mau kaya mas.." wajah polosnya yang seumuran kelas 5 sd , mata bulatnya yang menggemaskan, omongannya yang selalu mencairkan suasana, jalan dan tingkah lakunya yang selalu membuat mas-nya mencubit pipinya. sekarang terlihat berbeda, ia sedang termenung, menangis, bertanya-tanya pada dirinya yang masih butuh tempat bertanya. Ia mengingat seseorang yang menjadi inspirasi dalam hidupnya. meskipun ia baru 10 tahun keluar dari kandungan, tapi ia bisa merasakan sosok yang membanggakan baginya, sosok yang menjadi pelindung baginya, dan sosok yang susah untuk ia lupakan, deskripsikan, apalagi untuk ia ungkapkan.

mas muthi, ya. itu panggilan sayangnya untuk kaka yang kini telah meninggal, sebenarnya sulit untuk seorang muthi memahami kemana perginya kakanya itu. tapi ia bisa merasakan kekosongan dalam hatinya, kekosongan dalam rumah-nya, kekosongan dalam kehampaan. meskipun ada bibi dan tantenya , ada umi dan abinya, bahkan ada teman mainnya yang biasa menemani. tapi hatinya tetap kosong.

kini ia berdiri di kamar yang kosong, kamar yang menyimpan bau kakanya, kamar yang selalu ia tiduri bersama sang kaka, kamar yang selalu menjadi tempat ia mengerjakan PR sekolahnya karena disana ada kakanya yang dengan senang hati membantunya mengerjakan setiap PR-nya. kamar yang akan selalu ia kenang selamanya.

dalam hatinya ia berbisik sambil menahan air mata "mas, muthi inget pesen mas koq.., mas mau muthi jadi perempuan yang sholehah kan..?, mas mau muthi jadi penghafal qur'an kan..?, mas mau muthi jadi akhwat yang tangguh kan..? meskipun muthi ga tau akhwat itu apa.., tapi mas selalu bilang, akhwat itu perempuan yang mulia. yang ga pernah menyerah, yang ga pernah putus asa, yang selalu berbakti sama umi sama abi, dan yang muthi paling inget adalah akhwat itu yang cantik wajah dan akhlaqnya.. iya kan..? terus mas mau muthi jadi dokter yang sholehah kan.? muthi inget semua itu mas,.. muthi sangat inget. muthi mau membuktikannya, muthi mau jadi itu semua, tapi mas harus janji.., mas harus ngeliat muthi kalo muthi udah bisa jadi itu semua.., janji ya mas..?, pokoknya mas harus janji titik dan tempat ini, kamar mas menjadi saksinya". kamar itulah yang memotivasinya.

-lima belas tahun kemudian-

"brakk..!!" ia langsung masuk ke kamar itu, seperti biasa. ia mengadukan semua hal yang bersangkut pautan dengan apa yang diinginkan kakanya itu..

"mas, liat sekarang. muthi udah jadi dokter dong.., muthi juga udah tau akhwat itu apa. ternyata akhwat itu emang bener seperti yang mas bilang, cantik wajah dan akhlaqnya. doain muthi ya mas biar muthi bisa jadi akhwat yang mulia.. oh iya., muthi juga udah hafal 30 juz kaya mas.. baru aja minggu kemaren muthi nyetor dan syukuran. umi sama abi sampe nangis loh mas.., sungguh itu jadi kado terindah dari muthi buat mereka berdua, dan tentunya buat mas.. oh iya, muthi mau skripsi dua minggu lagi mas, doain ya?.." suaranya berhenti sejenak, tak terasa air matany jatuh perlahan..

"mas, mas ngeliat muthi kan..? meskipun entah dimana..". "ternyata muthi baru tau, dulu pas mas ga ada dikirain muthi cuman pergi lama, eh, gataunya mas emang pergi lama.. lama banget malah.. hehehe" ia tetap mencoba tersenyum dalam kerinduannya. "mas, ga bilang ke muthi sih perginya kemana.., ah, tapi gapapa yang penting muthi udah bisa nepatin apa yang diinginin mas, kan muthi juga mau kaya mas.. yaudah mas, kalau muthi disini terus bisa-bisa jadi nangis darah nih., hehe. sekarang muthi ikhlas koq mas ga ada, tapi kamar ini akan selalu jadi sumber inspirasi muthi, karena dikamar ini, muthi bisa belajar banyak dari catetan yang mas tulis, dari diary yangmas tulis, dari beribu-ribu impian mas yang belom sempet tercapai.. udah dulu ya mas, muthi mau jadi yang mas mauin lagi, nikah dengan ikhwan yang tangguh.. hehe"

jadilah kaka yang inspiring..

(maaf, buatnya ngasal. tapi coba dipahami aja maksud dan intinya..)

Pengikut

dani. Diberdayakan oleh Blogger.